Tips Agar Anak Tidak Kecanduan Game Online di Rumah

  
Tips agar anak tidak kecanduan game online

Tips agar anak tidak kecanduan game online perlu dipahami oleh seluruh orang tua terutama di rumah. Karena ini salah satu solusi jika tidak ingin memiliki anak yang mengalami kerusakan mental maupun fisik, utamanya mata akibat keseringan menonton permainan-permainan di internet. Karena pentingnya kiat-kiat tersebut, pada artikel ini akan dijelaskan apa saja tips agar anak tidak kecanduan game online. Ini dia kiat-kiat yang dimaksud:

1. Membatasi Waktu Anak Ketika Bermain Game

Tips agar anak tidak kecanduan game online yang pertama adalah membatasi waktu mereka ketika sedang bermain game online. Silahkan beri mereka waktu bermain setiap hari tetapi dibatasi durasinya dari 10 menit sampai 15 menit saja.

Durasi waktu ini kalau bisa terus dikurangi tetapi tidak ditambah. Jika pun ada tawaran dari anak agar orang tua menambah durasi tersebut maka pastikan tawaran tersebut ditolak. Tetap terapkan pembatasan sesuai kesepakatan di awal dengan disiplin.

2. Dampingi Anak Ketika Sedang Bermain Game

Jangan melakukan pembatasan waktu jika orang tua tidak menemani anak bermain game online. Karena kelas mereka akan melanggar batasan waktu tersebut sehingga mereka akan terus bermain game dalam waktu yang lama.

Orang tua harus mendampingi anak ketika dia sedang bermain permainan ini. Tetapi bukan untuk memintanya berhenti sebelum waktunya tiba apalagi sampai ikut bermain. Tetapi hanya sekadar menjaga agar mereka tidak melanggar peraturan terkait durasi yang diizinkan.

Selain itu, tips ini juga untuk memberikan bimbingan kepada anak kalau ketika bermain ada salah satu konten yang isinya tidak sesuai dengan usianya. Jika ini yang terjadi maka orang tua tinggal memerintahkan untuk menutup game beserta penjelasan-penjelasan yang membuat anak mengerti.

3. Jadikan Game Sebagai Hadiah Untuk Anak

Memang durasi waktu 10 menit sampai 15 menit setiap hari itu akan membuat anak merasa tidak nyaman ketika sedang bermain. Namun orang tua bisa mengantisipasinya dengan memberikan game-game tambahan sebagai reward atau hadiah kalau anak dalam sehari itu berperilaku baik.

Namun pastikan setelah pemberian reward itu selesai, maka jangan sampai mengabulkan tawaran atau meningkatkan durasi dalam bermain. Tetapkan durasinya minimal 10 atau 15 menit saja setiap hari.

4. Alihkan Anak Dari Game Online Pada Hal Yang Menyenangkan Dirinya

Jika anak masih merasa tidak nyaman dengan pembatasan durasi waktu apalagi jika orang tua ada keinginan untuk menghentikan kegiatan tersebut, maka silahkan alihkan pada kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Misalnya ketika anak ingin bermain game pada hari Minggu di pagi hari, maka silahkan alihkan dengan aktivitas menyenangkan. Seperti mengajaknya jalan-jalan, belanja benda-benda yang disukai, membeli buku dan lainnya.

Bisa juga dengan mengajak anak-anak ke tempat wisata dekat rumah dan tentunya yang murah. Ini juga bisa dijadikan sebagai bahan pengalihan ketika anak tidak bisa berhenti bermain game online.

5. Orang Tua Harus Menjadi Panutan Yang Baik

Tips agar anak tidak kecanduan game online yang terakhir yang paling berhasil adalah orang tua harus menjadi panutan yang baik. Misal, orang tua tidak boleh memegang handphone ketika anak sedang ingin memegang handphone dan bermain game online.

Karena alasan anak tidak mungkin ingin bermain game tetapi hanya ingin meminjam HP orang tuanya sekadar ingin melihatnya. Jika dilarang berarti orang tua juga tidak boleh memegang dan melihat ponsel di depan anak. Jika tidak ingin anaknya kecanduan game online sehingga mereka terus memegang handphone milik orang tuanya, silahkan buka handphone. Tetapi pastikan tidak di depan anak.  

Jangan menjadi orang tua egois, anak dilarang tetapi orang tuanya sendiri kadang masih berjibaku dengan perangkat tersebut. Sekalipun yang dilakukan hanyalah sekadar chatting WA dan lain sebagainya.

Itulah beberapa cara atau tips agar anak tidak kecanduan game online yang bisa diawali dari diri sendiri. Jika orang tua sudah meminimalisir penggunaan handphone, tentu di dalam keluarga ketergantungan pada perangkat ini menjadi lebih minim.