Cara Menghukum Anak Usia 2 Tahun di Zaman Milenial

  
Cara menghukum anak usia 2 tahun

Anak-anak usia 1-5 tahun merupakan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dini. Mereka kerap kali begitu aktif dan lincah beraktivitas. Sehingga membuat para orang tua sering kewalahan. Banyak orang tua akhirnya melakukan berbagai cara menghukum anak usia 2 tahun dengan tujuan mendidik. Namun hukuman yang diterima sang anak malah membuatnya tertekan dan bertambah kenakalannya.

Memang, tidak ada sekolah khusus orang tua, namun sekarang ini sudah banyak beredar pelatihan dan bimbingan untuk mendidik anak. Orang tua seharusnya bisa membuka mata untuk mau belajar mendidik anak sesuai dengan zamannya. Tidak boleh memaksakan kehendak mendidik anak hanya berdasarkan pemikiran orang tua itu sendiri. Karena tidak semua anak itu sama.

Anak umur 2 tahun di zaman milenial ini sangat berbeda dengan zaman dahulu saat orang tua masih anak-anak. Perkembangan otaknya meningkat lebih pesat dan cenderung lebih mudah menerima hal-hal baru dengan cepat. Karena banyaknya teknologi dan bentuk permainan yang mendukung belajar pola pikir anak. Jika ingin menghukum anak karena nakal, berikut ini cara menghukum anak usia 2 tahun yang disarankan di zaman milenial :

1. Berusaha Memahami Terlebih Dahulu

Anak yang tiba-tiba marah dan kesal sehingga menghancurkan segala yang ada di depan matanya bukanlah anak yang melakukan tanpa alasan. Di umur 2 tahun, anak benar-benar menunjukan sifat sangat ingin diperhatikan. Ia tidak bisa berpisah dari ibunya walau hanya beberapa menit karena takut sang ibu menghilang. Berusahalah memahami apa yang anak rasakan. Dengan menanyakan baik-baik tanpa memarahinya.

2. Jangan Melakukan Hukuman Ketika Sedang Emosi

Seringkali orang tua yang sedang emosi, tidak bisa memahami kondisi psikologis anaknya. Anaknya yang berbuat nakal sedikit langsung diberi hukuman dengan mengurung atau mencubitnya. Berusahalah untuk menenangkan diri sejenak ketika sedang emosi. Belajar untuk menahan amarah dan latih kesabaran. Anak yang dihukum karena emosi akan memberikan dampak psikologis yang kurang baik.

3. Menyuruh untuk Duduk dan Ajak Berbicara

Setiap kali anak tiba-tiba melakukan kesalahan yang membuat orang tua marah, tahanlah dulu emosi. Suruh anak untuk duduk di kursi khusus, dan ajak berbicara baik-baik. Seperti misalnya “kenapa kamu mencoret baju Ayah?” Pahami apa yang anak lakukan. Jika ia butuh media untuk meluapkan hasrat menggambarnya, berikan ia banyak buku gambar. Berikan ia pengalihan agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

4. Mengajak untuk Menggambar

Biasanya, anak-anak selalu ingin mengekspresikan sesuatu melalui gambar. Entah hanya akan mencoret-coret saja, atau membuat gambar yang lain. Berikan banyak media untuk menggambar. Seperti buku gambar, kertas putih, peralatan gambar, dan lain-lain. Melalui itu, anak-anak bisa mengekspresikan perasaannya tanpa berbuat kenakalan.

5. Menjanjikan Membelikan Sesuatu Jika Menjadi Anak Baik dan Sebaliknya

Anak kecil biasanya sangat mudah sekali dirayu dengan barang-barang yang disukainya. Jika anak berbuat nakal, katakanlah padanya tidak akan memberikan mainan yang disukainya jika masih nakal. Dan berjanjilah untuk memberikan mainan/barang kesukaan anak jika ia menjadi anak baik. Dan tepatilah janji itu. Dengan begini, secara tidak sadar anak akan terlatih untuk bisa membedakan perilaku baik dan buruk.

Itulah beberapa cara menghukum anak usia 2 tahun yang bisa efektif untuk anak-anak zaman milenial. Memarahi dan mencubit atau menjewer tidak akan membuat anak jera pada perilakunya. Malahan akan menganggap orang tuanya sebagai orang tua yang jahat, atau anak akan hidup dengan ketakutan. Dengan berusaha memberikan pengertian, anak juga akan merasa nyaman untuk berperilaku baik karena tidak ditumbuhi rasa takut.