Cara Menyapih Anak Menurut Islam Yang Tepat

  

Cara menyapih anak menurut Islam yaitu merubah pola makan anak yang awalnya mengkonsumsi ASI beralih ke makanan padat. Dikarenakan perkembangan makan anak yang mulai meningkat secara bertahap. Di dalam Al-Quran pada surah al-Baqarah ayat 233 bahwa seorang ibu wajib memberikan ASI kepada anak-anaknya selama 2 tahun penuh.

Bagi seorang ibu, memberikan ASI pada seorang anak menjadi kebahagiaan tersendiri karena adanya kedekatan emosi yang positif antara mereka. Tetapi juga harus diketahui bahwa ada masa-masa dimana seorang anak harus berhenti dalam mengkonsumsi ASI. Dalam menyapih anak memang bisa dikatakan susah-susah gampang, tapi tidak berarti seorang ibu tidak bisa melakukannya.

Proses menyapih ini sangat penting diperhatikan dan juga diterapkan agar lancar saat menjalaninya antara ibu dan anak. Dan berikut cara menyapih anak menurut Islam yang baik dan benar :

1. Adanya Niat dan Memulai Doa

Yang paling utama dilakukan yaitu harus ada niat dan doa bagi orang tua terutama ibu. Agar dalam menyapih anak mendapatkan kelancaran. Memulai dengan membaca ‘Bissmillahirrahmanirrahim’. Dalam hal ini memang tidak ada doa khusus, jadi dalam memulainya diusahakan membaca bissmillah.

2. Memperhatikan Usia Anak

Di dalam agama Islam, anak masih diberikan ASI hingga usia dua tahun karena usia tersebut merupakan masa penyusuan yang sempurna. Di Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 233 juga dijelaskan bahwa seorang ibu harus menyusukan anaknya selama 2 tahun penuh jika ingin menyempurnakan penyusuannya.

Jadi, seorang ibu harus tahu kapan waktu yang tepat untuk berhenti memberikan ASI kepada sang anak. Dan juga ada proses ketika menyapih dan dilakukan secara bertahap.

3. Harus Sabar dan Bijaksana

Untuk ibu yang sedang menyapih anaknya, pasti ada perasaan khawatir dan tidak tega. Untuk itu perlu bersikap sabar dan bijaksana dalam menjalaninya. Mengingat yang dilakukan hanya untuk kebaikan sang anak. Jadi diusahakan ketika menyapih anak selalu menebarkan kebaikan dan cinta di dalamnya.

4. Memberikan MPASI yang terbaik

Di dalam ajaran Islam, memperhatikan asupan makanan bagi anak juga diperhatikan. Hal ini bisa dilakukan oleh seorang ibu dengan memperhatikan gizi makanan untuk anak yang telah disapih. Istilah yang dikenal saat ini yaitu MPASI (Makanan Pendamping ASI). Disesuaikan dengan umur sang anak, kemudian dipastikan halalnya, kandungan di setiap makanan serta minuman. Agar anak tetap mendapat nutrisi yang baik.

5. Melakukan Dengan Senang Hati

Proses menyapih ini membutuhkan kerjasama yang kuat antara orang tua dan anak. Jadi, butuh kolaborasi antara ayah dan ibu dalam hal memberikan pengertian kepada sang anak. Mulai memberikan MPASI dan juga susu dalam botol. Untuk ibu dan ayah juga harus dengan senang hati dalam melakukannya.

6. Libatkan Peran Ayah dalam Proses Menyapih

Dalam proses menyapih, keterlibatan sang ayah juga sangat penting. Ada beberapa peran sang ayah dalam proses ini seperti harus bisa memberikan dukungan kepada istrinya. Kemudian dalam hal menyapih juga harus ada musyawarah antara ayah dan ibu untuk membahas mengenai MPASI salah satunya. Dukungan sekitar sangat mempengaruhi psikis seorang ibu.

Perlu diketahui bahwa proses penyapihan sebenarnya adalah bentuk cinta dari orang tua terutama ibu kepada anak. Jadi seorang ibu tidak perlu merasa menyakiti anak karena menghentikan proses penyusuannya. Itu merupakan sebuah langkah awal untuk memulai dan proses yang harus dilalui. Dan beberapa cara menyapih anak menurut Islam di atas sudah sangat jelas untuk dilakukan.

Dalam proses perkembangan dan pertumbuhan anak selanjutnya pasti akan menemukan batasan-batasan lain. Dan proses menyapih anak setelah umur 2 tahun juga bentuk cinta kepada Allah SWT karena menjalankan firman-Nya.