Inflasi Di Indonesia Lebih Tinggi Dari Negara Lain? Ini Alasannya

  

Sepanjang sejarah, record inflasi di Indonesia merupakan yang paling besar dari negara-negara berkembang lain. Terbukti dari angka persentase inflasi di negara berkembang lainnya yang hanya mencapai 3,5 sampai 5 persen saja di sekitar tahun 2005 sampai 2014, Indonesia memiliki 8,5 persen persentase inflasi dalam kurun waktu tersebut.

Pada tahun 2015, pemerintah berhasil membuat persentase inflasi menjadi lebih stabil. Tentunya keadaan perkembangan inflasi ini berpengaruh pada keuangan negara dan pemerintahan. keadaan inflasi yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai hal dapat terjadi pada suatu negara. Berikut ini akan ada penjelasan mengapa tingkat inflasi yang ada di negara terincta ini lebih tinggi dari negara berkembang lainnya.

Alasan Mengapa Nilai Inflasi di Indonesia Lebih Tinggi dari Negara Berkembang Lainnya

Pastinya ada alasan mengapa inflasi di Indonesia lebih tinggi daripada negara berkembang lainnya. Inflasi menjadi faktor keuangan suatu negara terkadang tidak bisa stabil dan menjadi kurang memadai bagi warganya. Hal ini terkadang menjadi perhatian pemerintah demi kemajuan negaranya. Berikut ini adalah alasannya :

1. Hubungan Antara Puncak Inflasi Serta Penyesuaian Harga Yang Ditetapkan Oleh Pemerintah

Sudah pasti jika inflasi merupakan hal yang diatur oleh pemerintahan. faktor pertamanya adalah karena beberapa sektor perusahaan  memiliki deficit anggaran yang menekan neraca APBN. Sehingga terdapat pembatasan terhadap ruang belanja public untuk proyek yang berjangka panjang.

2. Krisis Moneter dan Suku Bunga Yang Menjadi Acuan Bank Indonesia

Jika membahas mengenai inflasi tentunya tak lepas dari pengaruh Bank Indonesia yang berpusat sebagai bank utama di negara Indonesia. Adanya pertumbuhan PDB per tahun yang naik sebanyak beberapa persen selama kurun waktu 15 tahun terakhir menyebabkan keuangan serta perekonomian Indonesia berekspansi dengan cepat. Sehingga sangat berpengaruh pada pasar dan nilai Inflasi di Indonesia.

3. Adanya Perubahan Dalam Sistem Pengaturan Inflasi Yang Berpengaruh Pada Subsidi Energi

Seperti yang sudah diketahui bahwa system inflasi di Indonesia ikut mengatur segala macam bentuk defisit anggaran dari berbagai sektor perusahaan. Salah satunya adalah subsidi energy. Adanya ketidakstabilan dari inflasi pastinya akan berpengaruh pada subdisi energi di negara ini. Contohnya adalah beberapa tahun lalu dimana terdapat reformasi mengenai inflasi dan nyatanya itu berdampak pada kenaikan dan kelangkaan sumber energy dari alam yang cukup menyulitkan beberapa pihak.

4. Adanya Pemangkasan Pendanaan Sumber Daya Energi Yang Tidak Diperlukan

Pemerintah mulai bergerak untuk memangkas pendanaan sumber daya energy dengan beberapa pihak terkait guna menekan tingkat inflasi di Indonesia agar seimbang. Nyatanya ini semua selaras dengan adanya harga murah pada sumber energy. Meskipun terdapat pro kontra namun hal ini menjadi solusi dan keberhasilan pemerintah dalam menekan tingkat inflasi yang ada di negara ini.

5. Kesadaran Beberapa Pihak Dalam Mengatasi Peningkatan Inflasi Yang Signifikan Selama Dua Bulan Terakhir

Adanya factor mengenai tingkatan perekonomian yang semakin menurun karena inflasi yang meningkat selama 2 bulan terakhir. Menjadikan beberapa pihak sadar dan memutuskan untuk mengatasi hal tersebut. Dana yang telah masuk dalam perhitungan untuk sumber energy, dialihkan menjadi untuk pembiayaan infrastuktur dan pembangunan social.

Itulah sedikit penjelasan mengenai inflasi di Indonesia dan juga alasan mengapa hal tersebut tidak stabil. Inflasi menjadi salah satu dari sekian banyak alasan mengapa perekonomian di negara ini tidak stabil. Semenjak tahun 2015 keatas, Indonesia sudah bisa menyeimbangkan nilai inflasinya sehingga tidak terlalu menurunkan nilai perekonomian di Indonesia.