Pelajari Penyebab Stunting dan Pencegahannya sebelum Terlambat

  

Pertumbuhan dan perkembangan seorang anak merupakan hal yang sangat penting bagi para orang tua. Setiap orang tua tentunya menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang secara optimal seperti anak-anak lain. Istilah stunting mungkin sudah tidak asing lagi bukan? Nah, kali ini akan dibahas tentang penyebab stunting dan pencegahannya.

Dalam perihal tumbuh kembang anak,  istilah stunting  cukup sering terdengar. Bahkan sudah banyak juga reklame atau spanduk di pinggir jalan yang menyatakan betapa pentingnya pemahaman mengenai stunting serta pencegahannya.

Stunting adalah suatu kondisi yang gagal dalam masa pertumbuhan tubuh dan otak anak yang diakibatkan oleh kurangnya gizi dalam jangka waktu yang lama. Pada faktanya ada beberapa penyebab stunting dan pencegahannya.

Apa Penyebab Stunting?

Sebelum mengetahui seperti apa pencegahan stunting pada anak, terlebih dulu mari cari tahu apa penyebab stunting itu sendiri. Untuk lebih jelasnya, berikut ini informasinya:

1. Kurangnya Asupan Makanan

Perlu dipahami bahwa balita merupakan golongan yang rawan akan berbagai penyakit, maka dari itu perlu adanya perhatian yang lebih untuk masa tumbuh dan kembangnya. Asupan makanan yang baik dan cukup sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan gizi di usianya.

Jika asupan makanannya tidak tercukupi maka hal ini dapat menjadi penyebab gangguan gizi atau yang dalam hal ini disebut stunting. Ini menjadi penyebab stunting dan pencegahannya dalam waktu yang bersamaan. 

2. Penyakit Infeksi

Selain kurangnya asupan makanan dengan nutrisi yang cukup, adanya penyakit infeksi juga menjadi penyebab stunting. Hal tersebut dikarenakan penyakit infeksi dapat memperburuk status gizi anak. Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama jelas dapat menghambat pertumbuhan anak atau terjadinya stunting.

3. Pola Asuh Yang Kurang Baik

Cara mengasuh yang kurang baik juga menjadi salah satu penyebab stunting. Faktor pola asuh ini dipengaruhi oleh faktor pendapatan keluarga, perilaku, pendidikan, dan jumlah saudara. Jadi, sangat penting untuk memberikan pola asuh kepada anak-anak.

4. Kelahiran Bayi Dengan Berat Badan Rendah

Bayi yang lahir dengan keadaan Berat Bayi Lahir Rendah memiliki risiko cukup tinggi terjadinya stunting. Banyak penelitian yang dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia mengenai hal ini seperti misalnya di Hulu Sungai Utara.

5. Kurangnya Pemberian Asi Eksklusif

Pemberian asi yang tidak eksklusif ini menjadi salah satu penyebab stunting. Hal ini berdasarkan beberapa penelitian seperti di Ethiopia, Mozambique, dan juga Indonesia. Jadi, memberikan asi eksklusif pada bayi sangatlah penting untuk tumbuh kembang anak.

Bagaimana Upaya Pencegahannya?

Jika berkaca kepada beberapa penyebab stunting yang telah disebutkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan bagi para orang tua khususnya ibu sangatlah penting. Dengan pendidikan yang mumpuni tersebut maka dapat menunjang pola asuh dari orang tua untuk anaknya secara optimal.

Dengan pendidikan ini pula seorang ibu dapat memahami seberapa pentingnya pemberian ASI eksklusif untuk bayinya terutama di usia yang mengalami pertumbuhan sangat cepat. Selain itu, perbaikan faktor ekonomi atau pendapatan keluarga juga diperlukan.

Hal ini karena tidak dapat dipungkiri bahwa untuk memenuhi asupan makanan yang bergizi untuk anak dapat diperoleh dengan ekonomi yang memadai. Pada dasarnya, pemenuhan gizi yang cukup haruslah dimulai dari ibu itu sendiri terutama saat ia mengandung anaknya. Sebab hal ini menjadi salah satu faktor penentu kelahiran seorang anak.

Gizi yang baik dan cukup yang dimiliki seorang ibu hamil bisa mengurangi risiko kelahiran bayi yang mengalami BBLR. Fenomena stunting ini sudah menjadi perhatian masyarakat di seluruh dunia. Pentingnya pengetahuan mengenai penyebab stunting dan pencegahannya menjadi salah satu spotlight di dunia kesehatan.

Hal tersebut  dikarenakan pada faktanya stunting menyebabkan angka kematian di beberapa negara mengalami peningkatan. Pemerintah diyakini perlu melakukan sosialisasi atau penyuluhan mengenai stunting, khususnya bagi masyarakat daerah terpencil dan terbelakang yang sangat minim informasi. Demikian informasi seputar penyebab stunting dan pencegahannya, semoga bermanfaat.