8 Cara Efektif Mengatur Keuangan Usaha

  

Cara mengatur keuangan usaha—Bagi Anda pelaku usaha, awal meniti karir sebagai pengusaha tentu Anda membutuhkan nyali yang besar untuk memulainya. Setelah usaha yang Anda bangun perlahan berkembang, tentu saja ada hal penting yang harus Anda perhatikan agar usaha bisa berjalan dengan lancar dan maksimal. Salah satunya adalah dari aspek pengelolaan keuangannya.  Usaha yang besar dan sukses tidak lepas dari pengelolaan keuangannya yang bagus. Entah itu dengan cara di handle sendiri, ataupun dipercayakan kepada orang lain. Faktanya, banyak usaha yang akhirnya antara modal yang dikeluarkan dengan profit yang didapat tidak seimbang. Alhasil, progres bisnis yang semestinya progresif, dengan customer yang semakin hari semakin bertambah, tidak bisa tercover dengan maksimal. Agar bisnis yang Anda kelola berjalan sesuai harapan dengan pengaturan keuangan yang sesuai, berikut langkah praktis mewujudkan usaha impian Anda dengan pengelolaan keuangan yang baik.

  1. Yuk, pisahkan rekening usaha, pribadi dan rekening keluarga

Langkah pertama dalam  proses pengelolaan keuangan yang baik adalah dengan memisahkan antara rekening untuk bisnis, rekening milik pribadi dan rekening keluarga. Ya, semua semestinya ada pada tempatnya. Rekening pribadi khusus untuk pemasukan dan pengeluaran pribadi, sedangkan rekening keluarga khusus untuk kebutuhan keluarga mulai dari kebutuhan anggota keluarga setiap harinya, hingga sampai pada biaya pendidikan anak.

Selain itu, adapun rekening bisnis yang semestinya disiapkan sendiri. Rekening ini khusus untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran perusahaan sehingga di akhir kita akan memahami perhitungan antara modal  dan profit yang didapat. Biasanya, rekening bisnis ini erat kaitannya dengan peran accounting dalam sebuah perusahaan. Dengan mengetahui seberapa modal yang digunakan dan profit yang diperoleh, dari situ kalkulasi untung rugi akan terlihat.

  1. Coba alokasikan pengeluaran secara rinci setiap bulannya, termasuk gaji Anda juga

Membuat alokasi pengeluaran dengan sangat rinci akan membantu Anda mendapatkan gambaran seberapa banyak pengeluaran yang Anda butuhkan, apakah pengeluaran tersebut melebihi gaji Anda pribadi ataukah sebaliknya. Alokasi pengeluaran tentu saja di perlukan di setiap rekening tabungan yang dimiliki, mulai dari rekening pribadi yang disertai dengan pengelolaan keuangan berupa pengeluaran pribadi setiap bulannya, alokasi dana keluarga yang disertai dengan list pengeluaran untuk mengcover kebutuhan keluarga. Dan rekening bisnis yang disertai dengan alokasi pengeluaran usaha setiap bulannya. Dengan begitu, Anda akan tahu apakah keuangan Anda cukup untuk mengcover kebutuhan selama satu bulan ke depan, ataukah Anda butuh tambahan dana untuk masing-masing rekening yang tentunya nantinya akan berpengaruh pada rekening yang lain. Merinci pengeluaran secara detail setiap bulannya akan sangat membantu memberikan bayangan bagi Anda terkait kondisi keuangan setiap bulannya.

  1. Cermati proyeksi arus kas Anda

Penting bagi Anda untuk memiliki gambaran mengenai bagaimana arus kas Anda sebagai salah satu cara mengatur keuangan usaha. Untuk apa saja pemasukan yang Anda dapat, seberapa yang perlu dikeluarkan untuk modal dan operasional, dan masih banyak lagi.

Memahami arus kas akan sangat membantu untuk memberi gambaran alokasi dana usaha yang didapatkan setiap bulannya. Ya, nominal yang banyak tidak berarti nominal tersebut adalah murni profit milik Anda seutuhnya, namun alokasi pengeluaran akan sangat terlihat melalui arus kas yang bisa Anda pelajari dari bulan-bulan sebelumnya untuk membuat perencanaan arus kas pada saat ini.

  1. Setidaknya yuk buat laporan keuangan atau paling tidak arus kasnya

Hire akuntan, tidak lain adalah untuk membuat deskripsi yang jelas mengenai keuangan perusahaan Anda saat ini. Ya, akuntan dengan latar belakang pendidikan yang dimilikinya menjadi  bagian penting dalam mengelola keuangan perusahaan. Laporan pengeluaran yang real perlu dibuat oleh seorang akuntan yang memang bertugas untuk mengatur keuangan perusahaan. Atau, setidaknya Anda tau kemana larinya arus kas perusahaan. Dengan melihat atau mencermati detail dari laporan keuangan yang dibuat, gambaran mengenai keuangan perusahaan akan Anda dapatkan. Disitu pula, Anda akan mendapatkan deskripsi mengenai bagaimanakah progres perusahaan, apakah defisit atau surplus.

  1. Sebisa mungkin hindari uang menginap di karyawan

Ada banyak kejadian dimana  uang lembaga atau perusahaan dipegang oleh satu karyawan.  Hindari kemungkinan ini dan agar lebih aman, cobalah untuk menaruhnya di bank atau di lembaga keuangan lain yang di rasa lebih aman. Apakah uang yang dihandle karyawan tidak aman? Sangat mungkin tidak aman karena besar kemungkinan keuangan perusahaan itu akan digunakan secara pribadi. Konflik perusahaan, bisnis, dan lembaga formal yang ada saat ini adalah pada tidak transparannya pemakaian dana oleh salah satu pihak sehingga rawan konflik dan hubungan rawan retak.

  1. Jangan lupa pisahkan kasir dengan accounting

Antara akuntan dan kasir sebisa mungkin dipisahkan. Keduanya adalah dua elemen perusahaan yang sama-sama berhubungan dengan keuangan usaha namun memiliki fungsi yang berbeda. Akuntan bertugas untuk membuat dan menyempurnakan kelengkapan administratif yang berkaitan dengan keuangan. Sedangkan, kasir bertugas untuk menerima dan membayarkan nominal secara langsung kepada yang bersangkutan. Jika kedua tugas tersebut dijadikan satu, besar kemungkinan antara job kasir dan akuntan tidak bisa berjalan maksimal.

  1. Cek stok barang secara periodic

Anda mengelola bisnis yang khusus memproduksi atau menyediakan barang tertentu? Atau Anda adalah penyedia jasa yang akan melayani kebutuhan masyarakat? Keduanya tentu perlu pengecekan secara periodic. Anda yang menyediakan barang perlu mengeceknya secara berkala agar tidak sampai stok habis sehingga customer setia menunggu dan berpotensi pindah ke lain supplier. Begitupun saat Anda adalah penyedia jasa, maka Anda sebaiknya mengecek apakah staf penyedia jasa cukup dan mengcover kebutuhan klien, ataukah Anda membutuhkan banyak staff baru. pengecekan secara  periodic baik itu barang maupun jasa akan membantu Anda untuk mengantisipasi berapa nominal yang sebaiknya Anda siapkan.

  1. Siapkan dana darurat

Cara mengatur keuangan usaha tentu tidak lepas dari dana darurat yang semestinya disediakan. Dana darurat adalah dana antisipatif yang kita tidak tahu kapan akan menggunakannya karena sesuatu yang darurat itu kapan datangnya tidak bisa diprediksi. Bisa jadi mesin produksi mendadak berhenti, lampu mendadak padam, ban kendaraan untuk distribusi tiba-tiba macet, dan masih banyak lagi kejadian yang mungkin diluar harapan. Adanya dana darurat ini memungkinkan Anda untuk tidak menggunakan dana yang lain yang sudah memiliki alokasi masing-masing. Dengan begitu, alokasi dana yang lain akan tetap berada sesuai pada tempatnya.

Melakukan usaha atau bisnis, tidak hanya membutuhkan nyali yang kuat untuk memulainya. Setelah bisnis tersebut berdiri, dan bisnis itu memiliki progress yang bagus, tentu Anda perlu mengatur arus keuangan agar jadi semakin baik. Cara mengelola keuangan bisnis perlu Anda lakukan yang tujuannya tidak lain adalah untuk mengetahui apakah bisnis Anda mengalami untung atau sedang dalam kondisi yang perlu diperbaiki.